Friday, January 11, 2019

Berburu Secercah Cahaya Surga di Gua Jomblang


Yogyakarta merupakantujuan wisata dengan beragam destinasi yang menyenangkan. Salah satunya yang menantang adrenalin adalah Gua Jomblang yang terletak di Kecamatan Semanu, dengan jarak sekitar 50 km dari pusat kota Yogyakarta.

Mengapa saya katakan wisata Gua Jomblang tergolong ekstrem dan memacu adrenalin? Untuk memulai bertualang di gua ini, pertama-tama Anda harus mencapai dasar gua dengan kedalaman 60 meter.

Dengan dibantu oleh operator, Liputan6.comturun denganmekanisme yang cukup sederhana. Tali khusus dikaitkan keharness menggunakancarabiner baik di bagian dada dan punggung. Setelah semua terpasang dengan baik, sepasang pengunjung akan diturunkan oleh tali sedikit demi sedikit menggunakan tali yang ditahan oleh tenaga orang.

Tantangan pertamanya adalah mencapai dasar goa Jomblang dengan kedalaman 60 meter
Tak sampai semenit, saya sudahberada di dasar Gua Jomblang. Langkah selanjutnya adalah memasuki lorong untuk mencapai spotterbaik untuk menikmati keindahan dari gua ini. Beberapa orang menyebutnya sebagai cahaya surga.

Perjalanan pun dilanjutkan dengan berjalan kaki. Beruntung setiap pengunjung dibekali dengan sepatu bot. Sehinggajalanan gua yang penuh dengan lumpur bisa dilewati.

Jika Anda berminat untuk foto-foto di dalam, disarankan untuk menyiapkan case waterproof untuk smartphoneyang dikalungkan.Jalanan yang dilewati sangat licin, dan ada kemungkinan Anda terpeleset. Selain itu, fitur senter padasmartphone Anda akan sangat bergunauntuk menerangiperjalanan.

Jarak berjalan kaki hanya sekitar 300 meter. Jika pulang pergi, totalnya 600 meter. Hanya saja, medan yang cukup berat akan membuat perjalanan terasa lama. Jangan lupa untukmembawa air minum sendiridan jangan membuang sampah sembarangan.

Cahaya dari Surga

Sesampainya di dalam gua, Anda akan disuguhi pemandangan yang sangat indah. Cahaya yang menerangi gua terlihat begitu luar biasa. Pepohonan yang berada di daratan memberikan garis-garis tersendiri pada cahaya. Di saat yang bersamaan, suara sungai yang mengalir deras menambah kesan dramatis ini.

Jarak batu berukuran besar di bagian pusat dengan bagian atap gua mencapai 90 meter. Sedangkan jarak batu besar di pusat gua hingga ke sungai mencapai 30 meter.Bagian dalam gua ini memiliki estimasi kedalaman 120 meter.

Setelah puas menikmati dan mengambil foto-foto. Liputan6.compun kembali ke lokasi awal untuk kembali naik. Perjalanan naik ini cukup menegangkan, karena tali ditarik oleh kekuatan penduduk setempat.

Awalnya mengira perjalanan naik akan memakan waktu. Namun tali yang ditarik oleh 25 penduduk setempat membuat perjalanan naik terasa cepat.

Yang perlu diingat, cahaya terbaik di dalam gua muncul dari pukul 12.00 hingga 13.00 WIB sehingga Anda perlu merencanakan perjalananAnda sebaik mungkin. Pihak pengelola menyarankan agar pengunjung sudah standby di lokasi dari pukul 09.00 WIB danbatas waktu untuk turun ke gua adalah pukul 11.00 WIB.

Mengenai biayanya, tiap pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 500.000, sudah termasuk penyewaan harness,helm, sepatu bot, dan tentu tenaga manusia yang mengantarkan Anda ke dasar gua.

0 comments:

Post a Comment